Adab Petunjuk Mensyukuri Nikmat
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمةالله وبركاته. الحمدلله على نعمةالله صلاةوسلاما على نبي محمد
سيد المرسلين امابعد.
Sebagai hamba yang
merindukan keridhoan Allah sudah menjadi keharusan bagi seluruh hamba untuk
berikhtiar agar Allah sebagai Zat yang Maha Hak mencurahkan dan memberikan
keridhoan-Nya kepada kita. Maka salah satu cara agar Allah Swt memberikan
keridhoan-Nya dengan selalu bersyukur dengan apa yang Dia berikan baik dalam
kebaikan menurut kita maupun keburukan. Rasulullah Saw sebagai penyampai risal
ketuhanan memberikan kita kiat atau cara untuk bersyukur dalam Sabdanya.
وعن أبى هريرة رضى الله عنه قال:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: اُنظُرُوا أِلَى مَن هُوَ أَسفَلَ مِنكُم وَلَاتَنظُرُوا
أِلَى مَن هُوَ فَوقَكُم فَهُوَ أَجدَرُ أَن لَاتَزدَرُوانِعمَةَ اللهِ عَلَيكُم (متفق
عليه)
Kosakata:
·
اُنظُرُوا Lihatlah:
·
أَسفَلَ Lebih Rendah :
·
فَوقَكُم Lebih
Tinggi (diatas Kalian):
·
أَجدَرُ Lebih
Wajar (Lebih Baik):
·
تَزدَرُوا Rendah
(Meremehkan):
Artinya: Dari Abu Hurairah R.a berkata: Rasulullah
Saw Bersabda: “Lihatlah orang yang berada dibawahmu dan Janganlah melihat
orang yang berada diatasmu karena hal itu lebih patut bagimu agar kamu sekalian
tidak merendahkan nikmat Allah yang telah diberikan kepadamu”. (H.R Muttafaqun’alaih)
Rasulullah Saw melalui hadis ini memberikan cara
atau panduan kepada kita agar selalu bersyukur kepada nikmat Allah Swt.
1.
Selalu Melihat Kepada Orang yang lebih rendah dalam
perkara dunia.
Kata أَسفَلَ bermaksud melihat kepada yang lebih rendah dari sifat keduniaan seperti melihat
kepada orang yang Allah uji dengan Sakit sehingga kita bersyukur dengan
kesehatan yang kita miliki. Kemudian melihat kepada Orang yang Allah ciptakan
dengan kekurangan seperti buta atau tunarunggu sehingga kita bersyukur Allah
ciptakan kita dengan keadaan yang baik dan sempurna begitu pula kita melihat
keadaan Ekonomi selalu melihatlah kepada orang yang lebih faqir atau terlilit hutang
sehingga kita bersyukur dengan kecukupan rezeki dan Allah jauhkan dari belenggu
hutang-piutang.
2.
Selalu jauhkan diri melihat orang yang lebih baik
dalam perkara dunia.
Rasulullah secara
jelas dan tegas melarang ummatnya iri kepada
saudara dalam hal keduniaan seperti kelebihan harta dan penciptaan diri. Misalnya
saudara kita Allah lebih kayakan dari kita dan kita merasa kekayaan kita tidak
pantas untuk disyukuri maka ketika kita memiliki pemikiran seperti ini
segeralah mohon perlindungan Allah sehingga kita sadar bahwa banyak saudara
kita yang lebih berkekurangang dari kita sehingga dengan demikian rasa syukur akan
pemberian Allah timbul dalam diri dan saat itu ketentuan Allah kita terima dan
secara tidak lansung kita sedang Allah ridho dengan rasa keridhoan kita kepada
pemberian Allah. Sebagaimana Hadis yang diriwayatka Imam Muslim (Apabila
kamu melihat kepada orang yang diberikan kelebihan atasnya berupa harta dan
peciptaan maka hendaknya ia melihat kepada orang yang lebih rendah (kekurangan)
darinya)(Subulussalam: hal.151).
Kita memahami bahwa ketika diri memandang rendah
sesuatu yang ada pada diri pada saat itu kita telah mengingkari nikmat Allah
dan berdampak kepada kurangnya rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan dan
secara tidak sadar kita seakan berkata kepada Allah “wahai Allah Aku tidak
terima atas keputusan dan ketetapanmu menjadikan aku lebih buruk dari selainku”
maka saat itulah kita tidak ridho kepada Allah dan Allah tidak pula meridhoi
kita.
Esensinya nikmat dunia tidakla semata kepada harta,
jabatan dan bagusnya perangai tapi juga kepada kebersihan hati menerima
ketentuan Allah sebagai penentu dan pengatur segala sesuatu dalam hidup dan
kehidupan kita di dunia. Serta pahamilah bahwa nikmat terbesar dalam kehidupan
dunia itu ketika engkau dapat pasrah dengan ketentuan Allah dan mampu
mendapatkan Keridhoan Allah (صراط المستقيم)
والله أعلم.........
